Tuesday, 12 February 2013

Pengertian , Tujuan , Prinsip – prinsip Penulisan Resensi


Resensi berasal dari kata recencie (Belanda) yang berarti memeriksa kembali atau menimbang.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, resensi adalah pertimbangan atau ulasan sebuah hasil karya atau sebuah buku. Orang yang menulis resensi disebut resensator.
Resensi dapat diartikan sebagai tulisan yang berisi ulasan, pertimbangan, atau pembicaraan suatu karya (sastra, nonsastra, drama, dan sebagainya).

Agar bisa membuat resensi yang baik, resensator harus memahami :
1.  tujuan pengarang aslinya 
Hal ini bertujuan agar resensator mempunyai bahan yang cukup kuat untuk menyampaikan sesuatu pada pembaca
2.  maksud menulis resensi
Resensator harus memahami kewajiban terhadap pembaca dan bagaimana penilaiannya terhadap buku.

Tujuan penulisan resensi adalah menyampaikan kepada pembaca tentang kualitas hasil karya atau sebuah buku, apakah pantas mendapat sambutan masyarakat atau tidak (menginformasikan kualitas). Simpulan resensi biasanya berusaha meyakinkan pembaca agar membaca buku yang diulas.

Pokok-pokok yang dapat dijadikan sasaran-sasaran penilaian (isi dari sebuah resensi) adalah :

1.  Latar belakang
Penulis dapat memulai resensinya dengan menyajikan latar belakang penulisan buku yang diresensi. Resensator dapat juga mengemukakan tema buku, maksud yang ingin dicapai penulis buku, atau gambaran umum isi buku.

2.  Identitas buku
Identitas buku mencangkup judul, nama penulis, nama penerbit, kota tempat terbit dan informasi lain yang dirasa perlu (misal ditambahkan ketebalan buku, gambar sampulnya). 

3.  Macam atau jenis buku
Resensator mengemukakan jenis buku, apakah fiksi atau non fiksi. 

4.  Kepengarangan
Kepengarangan adalah bentuk penyajian buku yang dilakukan oleh pengarang, misalnya cara menganalisis masalah yang dilakukan oleh pengarang, cara menyusun kesimpulan, serta gaya bahasa pengarang. Pada bagian ini dapat ditampilkan keunggulan pengarang.

5.  Kelebihan dan Kelemahan
Untuk keunggulan buku, resensator dapat membahas kerangka buku, hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Apakah hubungan terebut harmonis, jelas, dan memperlihatkan perkembangan yang masuk akal, Apakah ada hubungan sebab akibat antarbagian. Penilaian di sini juga bisa mengemukakan daya tarik buku, keistimewaan buku, kelebihan buku dibanding buku (sejenis) yang lain.

Untuk kelemahan buku, resensator harus jujur bahwa setiap buku pasti ada kelemahannya. Ketika menyampaikan hasil resensi pun, ia harus mengemukakan secara objektif apa saja kelemahan dari buku yang diresensinya.

6.  Ikhtisar
Resensator mengemukakan ikhtisar atau ringkasan isi buku. Biasanya ini merupakan bagian yang paling banyak. Agar mudah dipahami pembaca sebaiknya struktur yang digunakan mudah diikuti dan dengan bahasa yang baku, jelas, dan komunikatif.

7.  Nilai buku 
Pada dasarnya merupakan kesimpulan kualitas buku berdasarkan keunggulan dan kelemahan yang telah dibahas oleh resensator. Pada bagian ini resensator dapat mengemukakan pendapatnya tentang baik-tidaknya isi buku, perlu-tidaknya dibaca, fungsinya bagi pembaca tertentu.   




Untuk contoh resensi silahkan klik dibawah
http://warna2013.blogspot.com/2013/01/tugas-resensi-bahasa-indonesia.html



No comments:

Post a Comment

Post a Comment